November 28, 2020

Tugas Pertama di Borneo

Ketapang, 20 Maret 2017

Sistem kelistrikan di Ketapang ini masih merupakan sistem terisolasi 20kV yang memiliki penyulang dengan jarak yang panjang – panjang. Untuk mencukupi kebutuhan listrik di Ketapang, saat itu hanya ada PLTD dengan total kapasitas yang masih di bawah kebutuhan listrik seluruh pelanggan, artinya sistem ini masih deficit, dan memiliki biaya produksi listrik yang tinggi. Semua pembangkit yang ada terhubung ke jaringan 20kV dan langsung disalurkan ke penyulang pelanggan melalui Gardu Hubung. Jadi bisa dibayangkan keadaan yang ada saat itu, listrik harus dipadamkan secara bergiliran karena defisit, dan rentan akan gangguan penyulang, atau bahasa umumnya listrik disini masih byar-pet.

Tugas saya pertama di tahun 2016 adalah sesegera mungkin menyelesaikan proyek PLTU Ketapang yang berkapasitas 2 X 10 MW, dengan tujuan utama untuk mencukupi kebutuhan listrik yang masih defisit. Sesegera mungkin kami mengatur strategi bersama dengan kontraktor pelaksana yaitu PT Wijaya Karya. Posisi proyek saat itu adalah sedang menjalani tahapan commissioning.

Bird Eye View PLTU Ketapang, Kalimantan Barat

Pertemuan saya pertama dengan seluruh stakeholder proyek termasuk WIKA sebagai kontraktor, Pusmankon sebagai supervisi konstruksi, PLN Enjiniring sebagai supervisi enjiniring, dan Pusertif sebagai supervisi komisioning. Permintaan utama saya adalah hilangkan semua sekat yang ada, semua harus bersama beriringan dengan tugas masing-masing wujudkan tujuan bersama yaitu operasinya PLTU Ketapang ini. Masalah tentu ada, tapi harus cepat diselesaikan bersama-sama agar tidak menghambat setiap milestone proyek yang diharapkan. Semakin lama masalah dibiarkan, ditambah dengan sekat ego masing-masing pihak, percayalah tidak pernah akan ada titik temu sampai kapanpun.

Syukuran telah selesainya proyek PLTU Ketapang, Kalimantan Barat

Di semester 2 tahun 2016, dalam waktu 6 bulan, di proyek PLTU Ketapang kami berhasil mencapai milestone COD (operasi komersial), TOC (Taking Over Certificate), hingga STP (Serah Terima Proyek) ke Unit Wilayah, for all those two units, what a big achievement in short time duration. Saya ingat sekali karena keinginan kuat kami mencapai milestone STP di tahun 2016, sehingga kami berhasil wujudkan pada tanggal 29 Desember 2016, two days before new year, antara PLN UIP Kalbagbar dengan PLN Wilayah Kalimantan Barat.

Serah Terima Proyek PLTU Ketapang

Semua berbahagia dengan pencapaian proyek PLTU Ketapang ini, terkhusus bagi masyarakat di Kabupaten Ketapang yang akhirnya kebutuhan listriknya tercukupi, tidak defisit lagi, bahkan surplus dengan tambahan pasokan listrik sebesar 20 MW dari PLTU ini. Beroperasinya PLTU Ketapang 2 X 10 MW ini memberi banyak perubahan, yang utamanya antara lain (1) tercukupinya daya listrik (2) turunnya Biaya Pokok Produksi PLN (3) turunnya fuel-mix dengan berkurangnya penggunaan PLT Diesel. Walau masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pihak PLN Area Ketapang terkait kehandalan sistem dan defence scheme dikarenakan PLTU Ketapang ini langsung terhubung ke penyulang 20kV baik secara express maupun normal feeder. Jangan sampai dengan kehadiran PLTU Ketapang malah akan membuat sistem sering blackout akibat swing frequency, karena PLTU harus terus berada dalam kondisi base-load dan akan lebih cepat masuk dalam pemeliharaan apabila sering keluar/masuk sistem.

Secara resmi PLTU Ketapang diresmikan oleh Bupati Kabupaten Ketapang pada tanggal 18 Maret 2017, yang bersamaan dengan peresmian MPP 500MW secara serentak seluruh Indonesia oleh Presiden RI, Joko Widodo, dengan rangkaian kegiatan peresmian dipusatkan di Pontianak Kalimantan Barat

Berita Peresmian PLTU Ketapang

Dengan diresmikannya PLTU Ketapang 2 X 10 ini maka selesai satu tugas pertama saya mengawal Unit Pelaksana Proyek di Ketapang.

Rizki Aftarianto

A 33 years old engineer from Jakarta. Currently working for electricity State-owned Enterprises based in Jakarta.

View all posts by Rizki Aftarianto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.