November 28, 2020

Petualangan Baru Kalbar

Pontianak, 1 Juli 2016

Sebelum memulai tugas di Kalimantan Barat ini, saya bertugas di PLN Pusat Manajemen Konstruksi (Pusmankon) sebagai Deputy Manager Konstruksi Proyek Pembangkit, yang berkedudukan di Semarang, Jawa Tengah. Walau berkantor di Semarang, dengan lingkup penugasan PLN Pusmankon yang melingkupi seluruh Indonesia maka area wilayah kerja saya pun termasuk pelaksanaan manajemen konstruksi untuk proyek – proyek pembangkit listrik yang berlokasi di Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Saya menduduki posisi ini di PLN Pusmankon sejak bulan Mei 2015, dan bulan Juni 2016 itu, posisi saya masih sebagai Pelaksana Tugas (PLT) karena baru saja menyelesaikan prasyarat menduduki jabatan melalui diklat Executive Education III. Sesuai jadwal yang telah ditentukan, saya akan menjalani ujian terakhir dalam rangkaian diklat EE III di Udiklat Jakarta pada hari Senin tanggal 13 Juni 2016. Di sela menyiapkan bahan untuk ujian tersebut, saya mendapatkan undangan untuk menerima Surat Keputusan Direksi PLN, pada tanggal 13 Juni 2016, di hari yang sama dengan pelaksanaan ujian akhir EE III. Di hari tersebut, pelaksanaan ujian bertempat di Slipi dan dimulai pada pukul 07.30 hingga 08.30. Saya menyelesaikan ujian tersebut pada pukul 07.25 dan bergegas bergerak ke PLN Kantor Pusat naik ojek karena penerimaan SK Direksi dijadwalkan pada pukul 09.00.

Tepat pada pukul 09.00 saya sampai di PLN Pusat, dan bergegas bergerak ke Auditorium Lantai 3. Tidak lama setelah saya tiba, seluruh Direksi PLN memasuki ruangan auditorium termasuk Direktur Utama PLN, Sofyan Basir. Tidak ada gambaran sedikit pun akan berpijak kemana tugas saya selanjutnya, clue yang ada hanya lah saya akan menjadi pemimpin di Unit Pelaksana Proyek sesuai dengan Fit and Proper Test yang telah saya jalani sebelumnya. Direktur Utama membagikan amplop-amplop berisi Surat Keputusan Mutasi Pegawai ke seluruh pegawai yang diundang. Sebelum kami diijinkan membuka SK tersebut, Dirut berpesan bahwa sesaat lagi kami semua akan menerima tanggung jawab baru dan agar dilaksanakan dengan penuh integritas. Sesaat setelah diijinkan membuka isi amplop, saya langsung melihat kalimat dimana saya akan ditugaskan, dan disitu tercantum PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat – Manager Unit Pelaksana Proyek Pembangkit dan Jaringan Kalimantan Bagian Barat 4, no clue at all where is it located?

Setelah SK diterima, saya bergegas ke Divisi Organisasi di Lantai 8 untuk meminta SK Organisasi dimana saya akan ditugaskan. Dari situ saya dapatkan informasi bahwa Unit Pelaksana Proyek Kalbagbar 4 berlokasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Kabupaten Ketapang ini sebetulnya masuk dalam lingkup tugas saya di Pusmankon, dengan adanya proyek PLTU Ketapang 2 X 10 MW, namun saya belum berkesempatan mengunjungi proyek ini. Saat ini malah diberikan kesempatan ke Ketapang bukan lagi sebagai Pusmankon, namun sudah menjadi pegawai UIP Kalbagbar, pemberi tugas (client/owner) saya sebelumnya.

Dari kota besar di Semarang Jawa Tengah, ke kota kabupaten kecil di Ketapang Kalimantan Barat. Dari hiruk pikuk keramaian kota, menuju daerah sepi di Kalimantan, untungnya ada penerbangan langsung dari Semarang ke Ketapang menggunakan pesawat ATR72 yang saat itu dioperasikan oleh Kalstar (saat ini sudah bankrupted dan rute diambil alih oleh NAM Air). Tidak lama setelah itu saya mengetahui bahwa ada penerbangan langsung dari Ketapang ke Jakarta. What a surprise for me, karena akan sangat memudahkan saya untuk pulang mengunjungi keluarga kecil saya di Jakarta, yang tidak saya boyong ke Kalimantan. Alhamdulillah.

Rizki Aftarianto

A 33 years old engineer from Jakarta. Currently working for electricity State-owned Enterprises based in Jakarta.

View all posts by Rizki Aftarianto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.