November 28, 2020

Always, Siap Pak

Ketapang, 29 Oktober 2016

Ketika itu satu hari menjelang Hari Listrik Nasional ke 72 pada tanggal 26 Oktober 2016 pukul 19.00, GM UIP Kalbagbar, Bapak Aji Sutrisno, menelepon ke hp saya. Posisi saya sudah di rumah, yang berlokasi hanya di seberang kantor UPP. Beliau memberitahu bahwa tidak ada acara apapun yang diadakan oleh UIP Kalbagbar dalam menyambut HLN di Pontianak, lalu beliau menanyakan, “bisa tidak buat suatu acara HLN di Ketapang besok? Besok pagi selepas upacara HLN bersama dengan PLN Wilayah saya akan berangkat ke Ketapang”. Seperti yang selalu diajarkan oleh senior di PLN sejak masuk, saya langsung berkata Siap bisa Pak! Urusan berikutnya bisa seperti apa biarlah menjadi pekerjaan rumah saya.

Saya pun bersepakat dengan Pak GM bahwa kita akan melaksanakan acara penanaman pohon di lokasi proyek PLTU Ketapang, setelah itu baru beliau membeli tiket pesawat Pontianak – Ketapang pp untuk keesokan harinya. Setelah itu saya langsung berangkat ke kantor dan mengumpulkan seluruh anggota UPP pada pukul 19.30. “Pak GM ingin kita mengadakan acara penanaman pohon dalam rangka HLN besok pagi, apakah bisa kita siapkan?”, saya bertanya ke anggota. Mereka pun sama seperti saya, langsung kompak berkata Siap Pak, bisa! Saya pun kaget apa mereka gak sadar bahwa kita harus menyiapkan banyak pohon dan segala perlengkapannya termasuk spanduk dalam waktu kurang dari 24jam.

Semua anggota berbagi tugas, ada yang bertugas membeli pohon-pohon buah, ada yang menyiapkan spanduk, ada yang menyiapkan perlengkapan menanam, mendata anak yatim yang akan diberi santunan, dan tentunya ada yang menyiapkan konsumsi. Oh ya, dan tidak lupa juga ada yang bertugas memastikan tersedianya lubang-lubang tanah untuk ditanami pohon. Semua itu dilakukan mulai pukul 20.00 dan harus selesai keesokan paginya pukul 08.00. Anggota saya yang bertugas membeli pohon bernama Eulis, seorang gadis garut, tidak lama memberi tahu saya. “Pak, toko tanamannya sudah tutup semua, bagaimana ya?” Ia bertanya ke saya. “Coba dibangunkan saja penjualnya, bilang kita akan beli banyak pohon dengan harga bagus”, saya pun memberi instruksi ke Eulis supaya menambah keyakinan dia. Eulis pun kembali berkata, Siap Pak!, dan benar saya tidak lama ia memberitahu saya bahwa penjualnya sudah bersedia membuka kembali tokonya, dan bisa menyediakan pohon-pohon buah yang kami perlukan, bahkan besok pagi akan mengirimkan anggotanya untuk membantu menanam pohon-pohonnya di lokasi. Bukti lain bahwa perkataan ‘Siap!’ tidak hanya omongan saja, dengan segala upaya pun bisa terwujud juga.

Pekerjaan rumah akibat sikap ‘Siap!’, dan dalam durasi waktu persiapan yang sangat singkat membuat semua anggota pun bersikap kreatif untuk menyiapkannya. Anggota yang bertugas membuat spanduk berhasil meminta buka kembali toko percetakan yang sudah tutup, padahal worst case nya akan memanfaatkan spanduk lama kemudian ditimpa tulisan baru secara manual. Anggota yang bertugas mendata anak yatim berhasil menghubungi panti asuhannya, dan besok pagi akan dijemput menuju lokasi acara. Anggota yang bertugas menyiapkan lubang penanaman berhasil mengerahkan beberapa warga desa di sekitar proyek untuk bekerja membuat lubang pada malam hari itu. Semua kreatif, dan semua bisa disiapkan dengan penuh keyakinan.

Esok paginya, pada tanggal 27 Oktober 2016, Pak GM dan Ibu berencana terbang dengan pesawat Garuda Indonesia pada pukul 08.40. Namun ketika saya cek menanyakan lokasi pada pukul 07.50 beliau masih berada di lokasi upacara. Wah bisa telat terbang nih, dan bisa batal semua persiapan secara mendadak yang sudah dilakukan di Ketapang. Syukurlah pada pukul 08.00 beliau sudah bergerak ke bandara dan sampai 15 menit kemudian, dan langsung boarding menuju pesawat. Pukul 09.20 pesawat landing di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, dan kami langsung bergerak menuju lokasi acara di proyek PLTU Ketapang.

Alhamdulillah semua acara yang direncanakan bisa berjalan lancar, semua pohon sudah tertanam, dan santunan anak yatim pun sudah dilakukan. Setelah semua acara selesai, Pak GM pun berkata ke saya “Ternyata kita bisa juga ya menyiapkan semua acara ini dalam waktu singkat, Alhamdulillah”. Tentunya saya pun kembali menjawab, “Siap Pak!”

Rizki Aftarianto

A 33 years old engineer from Jakarta. Currently working for electricity State-owned Enterprises based in Jakarta.

View all posts by Rizki Aftarianto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.